Ikan hias sangat enak dinikmati oleh mata, bisa memberikan kesejukan jiwa dan ketenangan batin dan bisa juga menekan emosi serta menambah kesebaran batin. Tetapi salah peletakan bisa mengundang bencana kehidupan.
Maka jangan heran kalau pada dekade 80-an hingga belakangan ini, ada trend baru bagi orang Asia timur khususnya Indonesia untuk berlomba-lomba memelihara ikan arwana. Ikan yang hidup di sungai Kalimantan dan Sumatera ini, biasanya hanya untuk konsumsi penduduk setempat tiba-tiba harganya melangit.
Dalam bahasa mandarin ikan arwana ini disebut jin lung yu (kim long le) atau ikan naga mas. Ikan tersebut dipopulerkan karena memiliki sisik merah emas dan sifatnya seperti binatang mitologi naga.
Jadi, dengan memelihara ikan arwana, sang pemiliknya seperti memelihara naga (itu boleh-boleh saja, bukan?) dan menurut kepercayaan orang, dengan memelihara ikan tersebut maka pemiliknya akan dilimpahi banyak rejeki. Karena ikan itu dapat mengundang hawa rejeki. Akhirnya, ikan tersebut menjadi ikan hias dengan harga termahal di dunia.
Orang China kuno paling senang dengan lambang ikan. Kita masih bisa melihatnya pada rumah-rumah kuno yang selalu memiliki taman-taman yang penuh kolam ikan sangat mendominasi karena memiliki simbol-simbol tertentu, baik pada jumlah ikan yang tergambar maupun warnanya. Ikan dalam bahasa mandarin disebut yu. Memiliki sebutan suara yang sama dengan arti “berlebih” yang bersuara yu juga.
Demikian juga dengan ikan ko’I yang sangat popular dari Jepang yang memiliki nada suara sama dengan arti “rejeki yang berlimpah” sama juga orang yang menanam pohon “srikaya” di halaman rumahnya. Tentunya penanaman pun memiliki pengharapan agar hidupnya bisa menjadi “kaya dalam kebaikan”.
Selain saran di atas, syarat utama keberadaan sebuah kolam harus beratap langit. Artinya, kolam yang baik menurut feng shui harus berada di tempat terbuka. Jangan di dalam rumah yang atapnya tidak memiliki ventilasi udara dan sinar matahari. Lebih-lebih jika yang berbentuk air terjun, sebaiknya perlu berpikir dua kali bila harus membuatnya dalam rumah yang tertutup atap.
Pantangan lain yang harus kita amati adalah jangan membangun kolam ikan tepat di tengah persil tanah atau rumah. Sangat tidak baik. Memang kedengarannya kasus ini sangat tidak masuk akal tetapi di lapangan, saya sering kali mendapatkan informasi yang tidak baik ini. Formasi ini sangat merugikan kesehatan pemilik rumah. Salah-salah bisa kena sakit berat.
Cara pemeliharaan ikan dalam ilmu feng shui, yang dikaitkan dengan tata letak kolam atau akuariumnya terjabar berdasarkan rumusan mata angin dari konsep “lima unsur”. Sedangkan kaitannya dengan penghuni yang memeliharanya meliputi jumlah ikan dan warna ikan yang harus kita pelihara dijabarkan melalui unsur kelahiran penghuni. (drs Indra)
Untung-Rugi Memelihara Ikan Hias Secara Fengshui
| Berita Terkait : |
|---|
|







1. Apakah membangun kolam persis di depan teras rumah baik atau tidak ?
2. Apakah membangun kolam menghadap barat dan utara diperbolehkan atau tidak disesuaikan dengan kelahiran saya ?
Terima kasih atas atensinya.